Rabu, Maret 16

LEARDERSHIP

Sebagai mahasiswa seharusnya sudah mencapai dalam tingkatan aktualisasi diri dalam teori hierarki kebutuhannya Abraham Maslow yaitu tokoh yang bermadzab Humanis dalam ranah Psikologi.  Di dalam teorinya terdapat lima macam hierarki kebutuhan. Salah satunya hirarki yang ke lima yaitu aktualisasi diri.
 Menurut Maslow aktualisasi diri yaitu sesuatu yang sudah tidak diperlukannya keseimbangan dalam kehidupan. Tetapi memerlukan keinginan secara terus menerus untuk memenuhi potensi dalam dirinya. Jadi disini seseorang mahasiswa selalu berkeinginan menonjolkan sesuatu yang ada dalam dirinya agar memenuhi potensi yang dia inginkan. Salah satunya yaitu sikap menjadi pemimpin suatu organisasi, kelas, lingkungan sekitarnya maupun dirinya sendiri.
seseorang mahasiswa seharusnya mempunyai sifat pemimpin dalam pergelutan di dalam kampus, dalam menentukan suatu arahan dalam dirinya sendiri. Karena setiap individu harus mempunyai sifat ini. Bayangkan jika seseorang tak mempunyai jiwa pemimpin dirinya sendiri pasti seseorang itu akan mengikut saja tak punya arahan. bahkan mau memutuskan sesuatu dalam dirinya sendiri dia akan kebingungan. bukan hanya mahasiswa saja disini, tapi untuk khalayak umum juga harus mempunyai jiwa pemimpin dalam masyarakatnya dan dirinya sendiri.
Pemimpin adalah seseorang yang dapat memengaruhi suatu organisasi maupun dirinya untuk berbuat sesuatu seperti pekerjaan, sekolah, belajar lebih giat, masuk perkuliahan, aktif dalam perkuliahan, mengikuti diskusi dsb. Maka dari itu jiwa pemimpin itu tidak harus dalam organisasi saja tetapi juga dalam dirinya sendiri untuk menentukan suatu arahan keputusan yang akan di ambil nantinya atau pendek katanya memengaruhi dirinya untuk berbuat suatu hal. Tapi dalam tulisan ini akan saya tekankan pemimpin dalam sebuah organisasi. Karena saya yakin dalam diri seseorang sudah dapat memutuskan sesuatu atau memengaruhi dalam dirinya sendiri, tapi belum tentu seseorang yang dapat memengaruhi dirinya sendiri dapat memengaruhi sebuah perkumpulan suatu masyarakat atau oragnisasi.
 Pemimpin dalam sebuah organisasi itu bukanlah sesuatu yang anda lakukan untuk orang lain, melainkan sesuatu yang anda lakukan bersama-sama orang lain dalam organisasi itu. Jadi, dalam melakukan sesuatu hal seorang pemimpin itu juga harus melakukan bersama-sama dalam suatu pekerjaan yang dilakukannya bersama anggotanya. Istilah lainnya untuk masyarakat negara Indonesia yang bisa di bilang majmuk berbagai Ragam Suku, Adat, Ras dan Agama (SARA) ini yaitu gotong royong. Seseorang yang menjadi pemimpin suatu organisasi juga harus ikut terjun langsung ke dalam pelaksanaannya yang sudah di agendakan dalam organisasi itu.
Disaat saya mengikuti sebuah seminar yang dibawakan oleh bapak Agus Maimun Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dari UIN Maliki Malang. Terdapat kata kunci dalam memimpin suatu organisasi, yaitu mempengaruhi, mendorong, mengajak, menuntun, menggerakkan, dan memaksa. Memaksa diperlukan karena disini dibutuhkan kejelasan dan ketegasan dalam melakukan suatu tugas. Jika seorang pemimpin melakukan kata kunci tersebut akan berakibat merasakan kebersamaan, kecintaan, penuh keikhlasan dalam menjalani suatu proyek pekerjaan, kesadaran dalam setiap individu dan berorientasi pada kegiatan profesional apalagi juga disertai memohon petunjuk kepada Tuhan yang Maha Esa.
Posisi seorang pemimpin itu dimana-mana. saya mengingat ketika saya kecil guru saya menerangkan semboyan pada pendidikan yang dipakai oleh seorang tokoh Nasional Ki Hajar Dewantoro, yaitu ing ngarso sung tulodho, pemimipin bisa dibelakang untuk mendorong sebuah organisasinya, ing madya mangun karso ditengah-tengah memberi semangat dan tut wuri handayani di depan memberi contoh begitulah posisi pemimpin.

Pemimpin itu tidak dibutuhkan sebuah gen atau keturunan dari siapa dia berasal, karena setiap individu berhak menjadi pemimpin dirinya sendiri bahkan dalam sebuah organisasi. Tapi seorang pemimpin harus mempunyai karateristik perilaku individu yang sudah digambarkan oleh pak Agus. Yaitu, memiliki kecerdasan cukup tinggi dalam membangun sebuah organisasi, memiliki kecakapan berkomunikasi, emosi terkendali, memiliki motivasi berprestasi, memiliki kepercayaan diri dan memiliki ambisi. Di sini seorang mahasiswa haruslah memenuhi potensinya agar tercapaainya aktualisasi diri. Dengan salah satunya sifat menjadi pemimpin organisasi dalam kampus maupun masyarakat umumnya dengan cara-cara di atas tadi.
Share:

Selasa, Maret 1

Pelangi agama

Pelangi-pelangi.
alangkah indahmu.
Merah, kuning, hiaju, di  langit yang biru.
Pelukismu agung, siapa gerangan?
Pelangi-pelangi ciptaan tuhan.
Terbayang pada masa-masa kecil di saat masih diajarkan bernyanyi oleh bapak-ibu guru di sekolah. Waktu itu sibuk menerka-nerka nada yang diberikan oleh sang guru, untuk menirukan nyanyiannya sehingga dapat  ditampilkan di depan kelas, guna  mendapatkan sebuah nilai yang layak diberikan kepada orang tuanya. Meski masa-masa kecil terlihat malu untuk maju ke depan kelas dan belum mengerti arti sebuah nilai yang akan diberikan oleh orang tuanya. Namun pada saat itu ada seorang guru yang menyemangati itu semua untuk memotivasinya, sehingga anak kecil itu tidak malu lagi bernyanyi di depan kelas. salah satu nyanyian yang di nyanyikannya adalah lagu ciptaan dari Masagus Abdullah Mahmud atau sering di kenal dengan A. T . Mahmud yang salah satu lagunya berjudul “pelangi”[1], yang sudah di nyanyikan di awal artikel ini. Mungkin di masa kecil menikmati itu lebih asik dari pada mengamati, walaupun seorang guru sudah memberikan stimulus kepada muridnya mengenai lagu-lagu yang diajarkannya.
Pelangi adalah suatu keadaan ketika cahaya matahari mengenai tetesan air yang pada akhirnya membias lalu membentuk sebuah warna yang sejajar seperti merah, kuning, hijau, ungu, jingga, pink dan lain sebagainya. Begitulah pelajaran waktu SMA yang dipelajari oleh siswa-siswi sekarang. Mungkin di masa kecil belum bisa diketahui dengan seperinci itu, karena masa kecil adalah masa bahagia yang menganggap pelangi hanyalah sebuah dongen yang katanya di ujung pelangi ada sebuah harta karun, lalu harta karun itu memancarkan sinarnya ke harta karun yang lain, sehingga membentuk sejajar. selain itu, juga ada yang menganggap pelangi adalah sebuah lagu untuk dinyanyikan di depan kelas. namun ketika beranjak dewasa pelangi dapat berfilosofi yang lain. seperti halnya agama. Seperti contohnya agama di nagara Indonesia yang sangat beragam yang sudah disahkan oleh pemerintah, dari agama Hindu, Budha, Islam, Kristen protestan maupun katolik dan kong hu chu. Bukan hanya itu saja, tapi juga ada budaya, ras, adat istiadat juga bercorak warna warni di nagara ini. Semua di negara ini tetap bisa saling berdampingan satu sama lainnya. Seperti pelangi yang bercorak warna warni juga dapat disejajarkan dan saling berdampingan dari warna satu ke warna yang lainnya.
Mengingat masa perjuangan, pada negara Indonesi yang merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945 - atas nama bangsa Indonesia – Soekarno dan Moh Hatta telah memproklamasikan kemerdekaan Indonesia, sebuah negara yang melindungi dan mengakui keragaman budaya, tradisi dan keagamaan yang sudah menjadi bagian integral kehidupan bangsa Indonesia.[2] Di sini para pendiri bangsa sadar bahwa pada pancasila tidak ada yang bertentangan dengan masalah agama di negara Indonesia khususnya pada sila pertama. Malah pada sila pertama memperlihatkan keragaman bangsa ini dalam memperoleh agama. Mereka sebagai pemimpin bangsa yang juga merumuskan pancasila sangat mengayomi semua kepentingan dalam beragama, kayakinan, budaya dan tradisi agama.[3]
Membicarakan soal agama bisa di lihat dari berbagai macam hal yang sangat luas, agama bagaikan suatu keyakinan yang di anut oleh para penganutnya masing-masing. Banyak yang mendefinisikan apa itu agama, mungkin banyak pula yang menganggap agama itu adalah suatu keadaan ketika seseorang yang percaya dengan tuhannya atau dewanya untuk di sembah demi kehidupan supranatural atau kehidupan diakhiratnya kelak.[4] Agama juga tak luput dari sebuah penelitian yang dilakukan oleh para tokoh-tokoh teoritikus sekaligus komentar mereka mengenai agama, seperti halnya Freud yang memandang agama dari psikologis manusia, Kalr Marx yang menganggap agama adalah candu dan masih banyak lagi.
Mengenai penelitian sekaligus komentar agama yang telah di usung oleh para tokoh, seperti halnya Kalr Mark pendiri atau pencetus paham komunisme bersama sahabatnya Agels. Di sini teori Marx tentang komunis sangat totalitas juga banyak sekali dan agama hanya sebagian dari pemikirannya. Menurutnya agama adalah candu yang dapat melupakan seseorang dalam sistem perekonomian yang dikuasai kaum kapitalis. Jadi kaum proletar ini seakan sudah keasikan berfantasi melakukan ritual-ritual mengenai agama. Padahal bagi Marx mereka masih dijajah oleh kaum borjuis yang notabene menindas mereka dari segi ekonomi. Jadi agama disini hanya sebagai pelarian semata bagi kaum borjuis.[5] Ada lagi seorang tokoh yang ikut andil meneliti juga berkomentar mengenai agama. yaitu Freud, yang menganggap orang yaang beragama seperti kliennya yang terkena kasus neurotis. Menurutnya agama hanyalah halusinasi belaka karena yang di yakininya bersifat takhayul belum bisa di buktikan secara nyata. Menurutnya agama suatu pertahanan mental terhadap aspek alamiah mengenai alam.[6] Di sini Freud menandakan seseorang yang beragama memiliki sebuah gangguan jiwa seperti halnya obsesif konplusif yang bersifat kekanak-kanakan. Obsesif konplusif adalah suatu keadaan yang cenderung dilakukan secara berulang-ulang atas paksaan dari dalam diri yang menimbulkan ketidaknyamanan dalam diri sesorang.[7] Begitulah segelumit keterangan dari para peneliti sekaligus komentar para teoritikus mengenai agama.
Agama di Indonesia sangat beragam dan keyakinan para penganutnya sangatlah teguh dalam mendalami agamanya masing-masing. Sehingga komentar dan penelitian yang telah di usung para tokoh tidak dapat mematahkan keteguhan para penganutnya. Karena definisi agama sangatlah banyak sekali sehingga sulit dipelajari. Pengertian agama bisa dikatakan hampir sebanyak orang yang membicarakan agama itu sendiri.[8] Begitu juga di Indonesia keragaman di dalam agama seperti pelangi yang sudah terpaparkan keterangan di atas begitu beragam dan dapat di sejaajarkan tidak saling bermusuhan satu sama lain. sebenarnya pelangi di sini menganalogikan arti penting dari pluralisme yang mendorong para penganutnya untuk bersikap toleransi, berdialog, bersahabat, bekerja sama, dan setia kawan dengan orang lain.[9] di Indonesia juga sudah di ayomi oleh pancasila pertama. Jadi warga negara Indonesia saangatlah bebas dalam memilih agama dengan apa yang diyakini oleh masyarakatnya.
Sebenarnya agama di negara Indonesia bukan hanyalah enam saja, namun lebih enam yang belum di akui di negara ini. Di sini agama yang belum di akui tetap bisa berkembang namun mereka masih mempunyai batasan-batasan seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang pada kolom agama di kosongi atau di beri tanda “_”. Dalam agama yang belum diresmikan ini juga mendapat jaminan penuh oleh pasal 29 ayat 2 UUD 1945, dan agama-agama ini di biarkan asal tidak mengganggu dalam hal ketentuan hukum, keamanan, ketertiban, kesehatan moral dan hak yang lainnya. Jadi di negara ini sangatlah beragam dengan soal keyakinan karena di negara ini bukan milik satu agama, ras, adat istiadat dan suku saja, tapi negara ini milik dari berbagai agama, ras, suku dan adat istiadat.



[1] https://id.wikipedia.org/wiki/Abdullah_Totong_Mahmud di unduh 25 Januari 16 pkl. 01:13
[2] K_H_Abdurrahman_Wahid_Ilusi_Negara_Islam_Eksp(BookFi.org). pdf (SECURED) hal. 16
[3] K_H_Abdurrahman_Wahid_Ilusi_Negara,,,. Hal 17
[4] Daniel L. Pals, Seven Theories Of Religion, (IRCisoD: Jogjakarta, 2012). Hal 23
[5] Ibid hal Daniel L. Pals, Seven Theories.... Hal. 200-208
[6] Fauzan Saleh, keberadaan tuhan dan pluralisme agama, (STAIN Kediri Press: Kediri, 2011). Hal. 117
[7] Iskandar Junaidi, Anomali Jiwa cara mudah mengetahui jiwa dan perilaku tidak normal lainnya, (Cv. Andi Offset: Yogyakarta, 2012). Hal. 61-62
[8] Daniel L. Pals, Daniel L. Pals, Seven Theories,,,. Hal. 375
[9] Kata pengantar Kautsar Azhari Noer yang berjudul “ di buku Tasawuf Mendamaikan Dunia karya Media Zainul Bahri. Hal xiv
Share:

Rabu, Februari 24

Mengubah anak, mengubah bangsa!!!


Anak pada saat ini sangat ramai sekali diperbincangkan dari kalangan kecil hingga kalangan besar, maksudnya kalangan kecil ialah perdiskusian  yang berada dikalangan para mahasiswa dan dikalangan besar ialah seminar-seminar yang bertajuk parenting yang sudah dilakukan diberbagai kota besar. Contohnya kemarin di Yogyakarta.
Anak sangat di jaga, karena anak adalah aset yang paling baik untuk mengubah bangsa ini. Bukan meneruskan bangsa ini , karena kalau meneruskan bangsa ini lihatlah negara ini seolah-olah sudah hancur, kasus dimana-mana seperti halnya korupsi yang tak pernah henti-hentinya, begitulah kira-kira tragedi saat ini. Jadi sebaiknya pada tulisan ini anak adalah sebagai pengubah bangsa ini kearah yang lebih baik tentunya.
Teringat moment pada tanggal 24 Januari 16, yaitu saya khususnya bersama teman-teman mengikuti sebuah aksi pembagian balon kepada anak-anak untuk memperingati HUT Ikatan Lembaga Mahasiswa Psikologi Indonesia (ILMPI). Disini kami yang berada di wilayah lima yang melingkupi Jawa Timur, Madura, Bali dan Nusa Tenggara. Inginnya kami lakukan di satu lokasi, namun melihat geografis yang sangat jauh dijangkau akhirnya kami Melakukannya di beberapa titik, salah satu tempat saya dengan teman-teman. Yaitu, berada di jalan Dhoho Kediri di waktu Car Free Day (CFD). Di sini melingkupi IAIN Tulungagaung, STAIN Kediri dan UNDAR Jombang. Namun pada pertemuan itu UNDAR masih belom bisa mengikuti karena ada kepentingan yang tidak bisa ditingkalkan dari pihak UNDAR itu sendiri.
            Kembali ke anak, di tulisan ini anak sebagai icon utama. Karena, pada usia anak adalah masa-masa meniru apa yang dilakukan oleh ortunya. Pada usia anak, anak sangat cepat meresapi pelajaran  yang diberikan oleh ortunya juga lingkungannya. Maka dari itu pada masa ini anak bisa disebut goleden age “masa keemasan”. Nah, ayo sayangi anak umtuk mengubah bangsa ini menuju kearah yang lebih baik. Dengan cara membentuk sifat dan karakter anak. Dengan menggunakan berbagai cara yaitu ortu tetap menjaga komunikasi dengan anak, menyayangi dengan tulus, dan menddidiknya dengan baik.
            Masa anak-anak dimulai setelah melewati masa bayi yang penuh ketergantungan, yakni kira-kira usia 2 tahun sampai anak matang secara seksual. Pada umurnya anak itu di bagi menjadi dua yaitu anak pada masa awal dan masa akhir. Pada anak masa awal yaitu berumur 2 sampai 6 tahun, sedangkan anak pada masa akhir yaitu umur 6 sampai matang secara seksual, biasanya ini terjadi waktu umur 12 tahun atau waktu menginjak remaja. Dalam perkembangan anak akan mengalami perubahan yang signifikan seperti perkembangan fisik, psikososial dan kognitif anak (Desmita, Psikologi Perkembangan, Bandung: Ikapi, 2008) hal. 127

Mengubah anak mengubah bangsa dengan cara-cara memperhatikan psikososialnya dalam berinteraksi bersosialisasi dengan orang lain, kognitifnya dalam mengubah cara berpikir atau cara pandang si anak dan tak lupa kepada fisiknya agar tetap berkembang seperti halnya orang biasa dengan memberikan asupan gizi pada anak. Berarti di sini kesuksesan berada di tangan anak-anak pada saat ini. Jadi sukseskanlah anak-anak kalian. Karena dengan itulah kunci bangsa kita ini.
Share:

Minggu, Desember 20

perasaan dan emosi

Setiap hari manusia tak lepas dengan yang namanya emosi dan perasaan. Sebab setiap orang saya yakin bahwasannya mempunyai sebuah emosi dan perasaan. Adapun dalam detiknya, menitnya perasaan emosi seseorang berubah-ubah. Wajar jika seperti iyu karena itu sifat asli manusia, apalagi dengan perempuan. Karena permpuan lebih mengedepankan aspek perasaan dari pada laki-laki. Dan laki-laki lebih mengedepankan aspek logikanya. Bukan berarti perempuan tidak memperdulikan logikanya atau sebaliknya dengan laki-laki tidak memperdulikan aspek perasaannya. Tapi disini saya tidak membahas kenapa laki-laki dengan logikanya, dan mengapa perampuan dengan perasaannya. Mungkin akan tulis itu di lain waktu.
Disini saya akan sedikit membahas yang namanya perasaan dan emosi. Karena perasaan dan emosi sangat sulit debedakan jika dilihat secara sekilas. Padahal banyak perbedaan diantara keduanya. Ada perbedaan pastilah ada juga dengan persamaan diantara keduanya. Perbedaan dan persamaan Itu sudah seperti dua sisi kembar yang selalu melekat dalam setiap kata-kata. Kembali ke emosi dan perasaan dalam ranah ini studi-studi kasus, teori-teori, jurnal-jurnal, banyak yang sudah menliti tentang keduanya. Mungkin dalam penjelasan ini tidak segamblang teori-teori, jurnal-jurnal itu. Karena, di atas sudah saya singgung bahwasannya saya hanya  sedikit membahasnya. Tapi saya tidak akan lupa menerangkan secara gamblang perbedaan dan persamaan dianatara keduanya. Dengan begitu harapannya penulis terhadap pembaca mengerti secara umum bagaimana itu emosi, dan bagaimana itu perasaan.
Dalam tulisan ini penulis terlebih dulu membahas emosi, karena emosi itu lebih tampak dari pada perasaan. Dalam bukunya Paul Ekman membagi 6 emosi dasar yaitu, senang, bahagia, sedih, jijik, takut, marah, dan terkejut. Sehingga emosi itu lebih tampak dari pada perasaan. Emosi juga mudah diamati sehingga banyak penelitian-penelitian tentang emosi. Sedangakan perasaan disini adalah suatu keadaan yang belum termanifestasi dengan perilaku. Jadi perasaan hanyalah sebatas angan-angan yang keluar di dalam hati setiap manusia. Mungkin secara garis besar keduanya sudah tampak perbedaannya, sedangkan  persamaannya terletak pada sebuah keinginan perasaan dan bentuk emosinya. Seperti halnya perasaan merasa senang lalu di manifestasikan dengan rasa emosi yang ceria.
Manusia sebagai makhluk sosial haruslah pintar-pintar mengontrol emosi dan perasaan. Karena dengan itu manusia lebih dapat leluasa dalam bersosialisasi. Bayangkan jika anda mudah bergaul kepada setiap orang di sekitar anda, pasti anda akan lebih banyak teman, lebih disukai teman. Jika anda dapat mengontrol emosi dan perasaan lebih bagus lagi, anda tidak akan susah payah untuk mengendalikan forum semisal anda menjadi pembawa acara, moderator dalam diskusi, dan masih banyak lagi
Manusia boleh fokus terhadap kecerdasan secara intelektual, tapi hal seperti itu tak luput atau tak bisa keluar dengan yang namanya emosi dan perasaan. Karena, emosi dan perasaan adalah subangsih pertama dalam mendapatkan keinteletualan atau kecerdasan dalam ranah ilmu pengetahuan itu. Emosi dan perasaanlah yang sangat membedakan manusia dengan suatu karya yang diciptakannya, seperti contohnya tulisan ini tidak akan bisa mempunyai emosi dan perasaan baik atau jeleknya, tapi penulis atau pembacalah yang lebih tahu bagaimana dengan tulisan ini.
Setiap orang pasti mempunyai perilaku, kepribadian, tingkah laku, sifat, emosi dan perasaan sendiri-sendiri. Mana mungkin manusia mempunyai semua hal itu sama dengan individu yang lain. contohnya si A mempunyai sifat penakut, pasti saat si A diusilin temannya emosi atau perasaan yang dimunculkan itu takut. lalu apakah si B juga punya emosi dan perasaan yang sama seperti si A. Padahal si B mempunyai sifat yang suka marah, pasti berbeda. Maka dari itu manusia itu memang unik kalau di inpretasikan secara individual.

Beragam cara mengetahui emosi seseorang, dengan cara memperhatikan micro expresi  dari wajah, sikap bahu, sikap kepala, sikap lengan, sikap kaki dan sikap badan seseorang. Jadi dengan cara itu  pengamat bisa mengetahui beberapa gerak gerik dari seseorang yang di amati. Dengan adanya itu juga memudahkan pengamat untuk mengetahui bagaimana emosi yang dialami seseorang saat itu. Namun cara itu masih sulit bila diterapkan terhadap sebuah perasaan, karena perasaan belum di wujudkan dengan sebuah gerakan maupun ekspresi, karena perasaan masih dalam angan-angan seseorang.
Share:

Minggu, Desember 13

lanjutan tugas Filsafat Ilmu 2

BAB II
Selintas Tentang Filsafat Ilmu
A.    Pengantar
Francis Bacon dengan metode induksi (khusus ke umum), dapat dikatakan sebagai peletak dasar filsafat ilmu dalam bidang filsafat secara umum. Perhatian yang besar terhadap peran dan fungsi ilmu mulai mengedepankan tatkala ilmu pengetahuan dan tekhnologi (IPTEK) mengalami kemajuan yang sangat pesat. Dalam hal ini ada semacam kekhawatiran di kalangan para ilmuwan dan filsuf. Termasuk juga kalangan aagamawan, bahwa kemajuan Iptek dapat mengancam eksintensi umat manusia. Bahkan alam beserta isinya. Maka kehadiran filsafat ilmu sebagai upaya meletakkan kembali peran dan fungsi Iptek sesuai dengan tujuan semula.
B.     Objek Material dan Formal Filsafat Ilmu
Semuaa ilmu harus mempunyai objek material, dan objek formal. Begitupun dengan filsafat ilmu. Objek material atau pokok bahasan filsafat ilmu adalah ilmu pengetahuan itu sendiri, yaitu ilmu pengetahuan yang telah disusun secara sistematis. Prasyarat aktivitas ilmiah seorang ilmuwan. Meliputi antara lain: pertama prosedur ilmiah, kedua metode ilmiah, ketiga diakui secara akademis, keempat kejujuran, kelima mempunyai rasa ingin tahu.
Objek formal filsafat ilmu adalah hakikat (esensi) ilmu ppengetahua, artinya filsafat ilmu lebih menaruh perhatian terhadap problem-problem mendasar ilmu pengetahuan.
Landasan ontologis pengembangan ilmu artinya titik tolak penelaahan ilmu pengetahuan didasarkan atas sikap dan pendirian filosofis yang memiliki oleh seorang ilmuwan. Sikap filosofis secara garis besar dapat dibedakan ke dalam dua  mainstreem. Yaitu: materialisme, suatu pandangan metafisik yang menganggap bahwa tidak ada hal yang nyata selain materi. Yang kedua spiritualisme, pandangan metafisika yang menganggap kenyataan yang terdalam adalah roh.
Landasan epistemologi, juga di bagi menjadi dua kelompok, yaitu siklus empirik untuk ilmu-ilmu kealaman, dan metode linier untuk ilmu-ilmu sosial-humaniora. Cara kerja metode siklus empirik meliputi observasi, penerapan metode siklus empirik meliputi observasi, penerapan metode induksi, melakukan eksperimentasi (percobaan). Cara kerja metode linier, meliputi: persepsi, kemudian disusun, akhirnya dilakukan prediksi.
Aksiologis adalah ilmu merupakan sikap etis yang harus dikembangkan oleh seorang ilmuwan, terutama dalam kaitannya dengan nilai-nilai yang diyakini kebenarannya.
C.     Pengertian filsafat ilmu
Ada berbagai definisi filsafat ilmu yang dihimpun oleh The Liang Gie, yaitu:
1.      Robert Ackermann: Filsafat Ilmu adalah sebuah tinjauan kritis untuk membandingkan dengan hal yang lain.
2.      Cornelius Benjamin: Filsaafat Ilmu merupakan cabang peengetahuan filsafati yang menelaah sistematis mengenai sifat dasar ilmu.
3.      May Brodbeck: Filsafa Ilmu sebagai analisis yang netral secara etis dan filsafati.
Cakupan yang dibahas di dalam filsafat ilmu, antara lain: (1) perbandingan kritis sejarah perkembangan ilmu, (2) sifat dasar ilmu pengetahuan, contohnya exsak yaitu pasti, dan sosial yaitu relatif, (3) metode ilmiah, (4) praanggapan-praanggapan ilmiah, (5) sikap etis dalam pengembangan ilmu pengetahuan.
Sejarah perkembangan ilmu memaparkan berbagai topik yang diperbincangkan yang sedang berkembang di seputar temuan-temuan ilmiah sesuai dengan periodesasi-periodesasi. Ilmu itu sangat relatif apa yang anda pelajari saat ini belum tentu benar pada masa yang akan datang karena mengalami pergeseran paradigma. Kuhn bahkan menegaskan terjadinya revolusi sains yang didukung oleh penemuan paradigma baru dalam bidang ilmu tertentu, sehingga mampu mengubah pola pikir masyarakat.
D.    Tujuan dan implikasi filsafat ilmu
1.      Tujuan filsafat ilmu
Pertama sarana pengujian penalaran ilmiah, sehingga orang menjadi kritis terhadap kegiatan ilmiah. Kedua, usaha mereflesi, menguji, mengkritik asumsi dan metode keilmuan. Ketiga, filsafat ilmu memberikan pendasaran logis terhadap metode keilmuan.
2.      Implikasi Mempelajari Filsafat Ilmu
a.       Bagi seeseorang mempelajaari filsafat ilmu diperlukan pengetahuan dasar yng memadai tentang ilmu, supaya para ilmuwan mmiliki landasan berpijak.

b.      Menyadarkan seoarang ilmuwan agar tidak terjebak ke dalam pola pikir “menara gading”, yakni hanya berpikir murni dalam bidangnya tanpa mengaitkannya dengan kenyataan yang ada di luar dirinya.
Share:

tugas Filsafat Ilmu

Latar Belakang
            Mata kuliah filsafat ilmu yang di ampu oleh dosen atau beliau Dr. Ngainun Na’im, S.Ag, M.HI. Untuk kali ini tugas yang sangat mengejutkan, yaitu menulis dan membuat blog. Untuk mata kuliah ini semua mahasiswa khususnya kelas kami  wajib menggunakan blog dan kita diwajibkan menulis. Dengan begitu beliau memberi tugas perkuliahan dengan membaca buku, meresumnya dan di tulis ke dalam blog. Buku yang di baca lalu di resum itu sudah jelas terkait dengan filsafat ilmu, yaitu bukunya  Drs. Rizal Mustansyir M. Hum, dan Drs. Misnal Munir M. Hum. Yang berjudul “ Filsafat Ilmu”, cetakan ke X, September 2010, yang diterbitkan oleh Pustaka Pelajar dari Yogyakarta. Setelah di resum kami masukan ke dalam blog kami, lalu alamat blog kami diserahkan ke beliau untuk di cek.
Semakin terasa sekarang dengan membaca, dan juga menulis semakin banyak pula ilmu pengetahuan yang di serap. Seperti halnya yang sudah di bahas di dalam forum waktu perkuliahan  pak Ainun Naim menjelaskan tiga teknik untuk merubah atau bisa disebut kunci untuk maju. Pertama, dengan menyerap ilmu pengetahuan dengan cara membaca, dan menulis. Kedua, transfer ilmu yang di dapat melalui media sosial, koran, majalah, sampai ke buku, ketiga, kreatif atau banyak ide dengan banyak membuat karya-karya tulis maupun mencari yang beda dari yang lain.

Dalam tujuan perkuliahan ini kita sebagai mahsiswa yang aktif harus dapat mengubah tingkah laku atau sikap kita, bertambah wawasan dalam segi kognitifnya, dan pergerakan kita juga harus semakin baik.. dengan ini saya khususnya telah banyak berterimakasih kepada beliau yang telah memberikan wawasannya kepada kami, betapa pentingnya menulis dan membaca. Semoga kami tidak berhenti di sini untuk menulis dan membacanya. Semoga ini  sebagai acuan atau motivasi kita untuk kedepannya nanti. Amiinn....
BAB I
Pengenalan Ilmu Filsafat
A.    Penganatar
Filsafat adalah disiplin ilmu yang terkait dengan kebijaksanaan. Agar dapat menjadi manusi a bersikap dan bertindak atas dasar ertimbangan (actus humanis), bukan hanya asal bertindak (actus homini). Beberapa langkah menuju kearah bijaksanaan, antara lain:
1.      Bersikap kritis misalnya mereflesikan secara kritis norma-norma adat, hukum, etis, bahkan agama yang selama ini sudah kita yakini kebenarannya.
2.      Dapat memadukan sains dan pengalaman
3.      Mempelajari dan mencermati jalan pemikiran filsuf
4.      Menulusuri hikmah-hikmah dalam ajaran agama
B.     Pengertian Filsafat
Filsafat secara etimologi aitu berasal dari 2 kata yaitu philos yang artinya suka atau cinta, dan shopia yang mengartikan kebijaksanaan. Jadi, filsafat dapat diartikan cinta atu kecenderungan pada kebijaksanaan.
C.     Ciri-ciri berpikir kefilsafatan
Ciri berpikir dalam kefilsafatan mempunyai karateristik tersendiri dari ilmu-ilmu lain. beberapa cirii berpikir filsafat.
1.      Radikal berpikir sampai ke akar-akarnya , maksudnya sampai ke dalam atau ke dasar cara berpikirnya.
2.      Universal pengalaman umum manusia.
3.      Konseptual yaitu berpikir abstrak pengalaman manusia, contohnya siapa aku? Apa arti kebenaran itu?
4.       Koheren yang berpikir logis, dan konsisten tidak mengandung kontradiksi.
5.      Sistematis saling berhubungan
6.      Komprehensif adalah berpikir secara menyeluruh.
7.      Bebas dalam artian berpikirnya itu bebas, tidak terikat prasangka-prasangkat sosial , historis, kultural, bahkan relijius.
8.      Yang terakhir yaitu bertanggung jawab atas hasil pikirannya yang bebas tadi.
D.    Beberapa gaya berfilsafat
Gaya berfilsafat dapat di mengerti dan dilakukan dalam banyak cara, beberapa gaya berfilsafat:
1.      Berfilsafat yang terkait erat dengan sastra, salah satu tokohnya M. Iqbal.
2.      Berfilsafat yang terkait dengan sosial politik, salah satu tokohnya Kalr Mark.
3.      Berfilsafat yang terkait erat dengan metodologi, tokohnya Descrates.
4.      Berfilsafat yang dikaitkan dengan analisis bahasa, tokohnya John Langshow Austin.
5.      Berfilsafat dengan dikaitkan menghidupkan kembali pemikiran orang-orang filsafat di masa lampau.
6.      Dan amasih banyak lagi gaya berfilsafat yang pada abad 20 dikaitkan dengan tingkah laku atau etika. Jadi, berfilasafat itu juga mengikuti perkembangan zaman.

E.     Prinsip-prinsip dalam berfilsafat
Berfilsafat selalu terkait dengan pengalaman umum manusia. Karena orang yang berfilsafat itu lebih baik mengalami sendiri cara berfilsafatnya. Filsafat menurut Aristoteles, dimulai dari suatu thauma (rasa kagum) yang timbul dari suatu aphoria, yakni problema yang sulit dicarikan jalan keluarnya. The Liang Gie 5 prinsip penting dalam berfilsafat agar calon filsuf itu mendapat hasil yang penuh dengan tujuannya.
Pertama, meniadakan kecongkakan maha tahu sendiri atau bisa disebut paling benar.
Kedua, harus setia kepada kebenaran agar dapat menimbulkan rasa kejujuran.
Ketiga, memahami persoalan-persuoalan yang terkait dengan filafaati serta memikirkan jawabnnya.
Keempat, berlatih intelektual dilakukan dengan cara bertahapdan diungkapkan dengan kata-kata atau tulisan.
Kelima, sikap yang terbuka dari suatu hal, karena filsafat itu memiliki ciri-ciri yang luas, dan menyeluruh.
Share:

Minggu, November 15

Tasawuf Psikoterapi

Tasawuf Psikoterapi adalah salah satu jurusan di fakultas ushuluddin yang bertempat pada kampus IAIN Tulungagung,  yang di situ banyak dari berbagai fakultas-fakultas yang lain, dan banyak jurusan yang lainnya. Di jurusan Tasawuf Psikoteapi (TP) ini ada dua ilmu dalam pembahasannya yaitu ilmu Tasawuf dan ilmu psikoterapi.
Tasawuf yang berasal dari kata ash-syufa yang artinya wol, atau dapat diartikan meninggalakan segala sesuatu yang berkaitan dengan duniawi dan hanya menghadap kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tapi, dalam realita sekarang banyak orang-orang yang tak bisa meninggalkan duniawi yang semakin lama semakin modern. Lalu bagaimana cara orang-orang yang mendalami ilmu tasawuf dengan tidak ketinggalan zaman?. Orang  yang hidup pada zaman sekarang tentunya yang mendalami Ilmu ini tak perlu lari dari duniawi karena dengan mempraktekannya ke masyarakat yang semakin modern secara aktif maka ilmu tasawuf ini akan membantu dalam mengingatkan mereka, kepada nilai-nilai moral yang bersumber dari agama.
Yang kedua adalah ilmu Psikoterapi yang dapat di pisah psikis dan terapis, disini psikis dapat diartikan secara harfiah yaitu jiwa, dan terapi atau bisa di sebut dengan cara pengobatannya, dan merawatnya. Jadi, jika dilihat secara penggabungan katanya ilmu psikotarapi adalah ilmu yang mengobati atau merawat jiwa dengan menggunakan ilmu-ilmu psikologi yang sebagai objek penerapannya adalah manusia. Dengan pengertian-pengertian ini orang-orang dapat berpikir jika ilmu ini sangat modern sekali atau sangat berkembang di dunia.
jika dilihat dari sedikit pengertian-pengetian di atas seharusnya TP disini di pisahkan dalam penjursan masing-masing. Tapi, dalam realitanya tidak. Ya, karena disini mencoba memadukan keduanya antara tuhan dan manusia. Maksudnya, adalah seseorang yang sudah sangat memahami ilmu ini dalam penerapannya, maka orang ini akan melakukan pendekatan kepada manusia dengan nilai-nilai moral yang bersumber murni dari  agama atau tuhan.


Share: